Sandal Karet "Baim" Paling Diminati

  • Mode
  • 0
  • 26 Jun 2012 08:44

120626bsandal-baim.jpg
Liputan6.com, Palembang: Sandal karet "Baim" yang banyak dijual pedagang pada sejumlah pasar di Kota Palembang, dewasa ini paling diminati karena harga realtif murah serta bahan tahan lama.

Alas kaki yang mengadopsi nama artis cilik kenamaan Baim itu paling dicari sejak beberapa tahun terakhir, sehingga tersedia dalam berbagai tingkatan kualitas dan harga, kata Samsyul Rizal, pedagang di Pasar Perumnas Palembang, Selasa (26/6).

Meski sejumlah mal mengeluarkan larangan karena bagian alasnya dikhawatirkan akan menempel pada tangga eskalator, namun tetap tidak mengurangi minat para orangtua untuk membelikan putra dan putrinya.

Dikatakannya, sejak sandal tersebut banyak diminati warga, menjadikan produk itu sebagai dagangan utama. "Satu hari bisa menjual 40 hingga 50 pasang, sejak dua tahun terakhir selalu ada stoknya dari berbagai ukuran," ujarnya.

Menurut dia, sandal itu diperoleh dari distributor asal Jakarta dengan harga grosir. "Harga sesuai dengan ukuran, untuk anak-anak usia di bawah satu tahun kisaran Rp10 ribu hingga Rp15 ribu, sementara untuk anak-anak usia 1 hingga 3 tahun Rp15 ribu hingga Rp25 ribu per pasang," katanya.
    
Salah seorang pembeli, Khadijah mengatakan menyukai bentuk serta bahan dari sandal Baim itu."Warnanya bagus-bagus, memang cocok untuk anak-anak. Selain itu sering ditambahi gambar-gambar binatang dan bunga sehingga lebih bagus, meski murah tapi tidak malu memakai untuk pergi ke mal," katanya.

Ia menilai, kepraktisan dari sandal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli. "Bahannya dari karet jadi terkena air tidak apa-apa sehingga tahan lama karena tidak mudah rusak," katanya menjelaskan.

Sandal itu juga ditemui di sejumlah pusat perbelanjaan seperti supermarket hingga mal, hanya saja harganya relatif mahal dibandingkan di pasar tradisional. "Kualitas relatif sama tapi harga saja yang berbeda, karena dijual di mal kisaran Rp30 ribu hingga Rp50 ribu per pasang," kata Arie, pramuniaga di Palembang Indah Mal.(ANT/MEL)