Uzbekistan Larang Perayaan Valentine  

Desika Pemita
31/01/2012 16:31 | Uzbekistan
Liputan6.com, Tashkent: Hari Valentine sebentar lagi menjelang. Penduduk di berbagai negara sudah mulai membicarakan hari yang dianggap sebagai hari kasih sayang tersebut. Namun, Pemerintah Uzbekistan justru mengeluarkan larangan resmi mengenai peryaan Hari Valentine.

Seperti diwartakan Newslite, Selasa (31/1), Uzbekistan telah membatalkan serangkaian acara yang telah direncanakan untuk merayakan Hari Valentine pada 14 Februari mendatang. Uzbekistan melarang perayaan Valentine karena dianggap sebagai sebagai ajang hura-hura dan melakukan perbuatan negatif. Bahkan, Valentine disebut sebagai penghancur nilai-nilai nasional.

Negara dengan mayoritas beragama Muslim itu akhirnya memutuskan untuk membuat acara berbeda. Salah satunya, warga di ibu kota Uzbelistan, Tashkent, mendengarkan pembacaan puisi abad ke 16 Kerajaan Mughal tentang Zahir-ud-din Muhammad Babur yang dikenal sebagai Babur.(ADO)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
lismawxxx | lismawatixxx@yaxxx.com| 2012-02-01 08:45:15
Pemerintah Uzbekistan tegas, seharusnya Indonesia yang mayoritas muslim juga bisa mengeluarkan pelarangan perayaan valentine kpd wargany. benar sekali moment valentine menjadi mayoritas digunakan sebagai ajang free sex.....dengarlah wahai pemimpin negeri

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code