Awas! Ekstensi Rambut Bisa Bikin Botak

on Jun 02, 2011 at 10:11 WIB

Liputan6.com, London: Anda berambut tipis dan ingin mencoba ekstensi rambut? Anda mungkin harus membayar harga yang cukup mahal jika mencobanya. Cara ini bukan saja membuat saku Anda menipis, tujuan agar rambut terlihat tebalpun bisa-bisa berganti dengan kebotakan.

Tren ekstensi rambut didorong oleh ikon mode. Mereka sering mengubah potongan rambut begitu sering. Dengan ekstensi rambut dan pemeliharaan rambut yang terlihat mudah membuat kaum wanita ingin mengikuti gaya mereka.

Salah satu penata rambut terkemuka Inggris, Steve O'Brien, seorang trichologist di London Centre of Trichology melaporkan jumlah perempuan yang meminta bantuan akibat rambut rusak setelah melakukan ekstensi semakin melonjak.

Menurut dia, dalam dua tahun terakhir telah terjadi peningkatan 15 persen pada wanita yang mencari bantuan untuk mengembalikan rambut muda mereka setelah rusak parah akibat buruknya pemasangan ekstensi rambut.

Dua tahun lalu, Pusat London Trichology menangani sekitar 30 orang dalam sebulan untuk perawatan yang dihubungkan dengan ekstensi, tapi sekarang jumlahnya telah bertambah hingga 50 orang bahkan lebih.

Natalie Rowe dari Scarborough yang menyediakan ekstensi rambut dan wig ke salon-salon dan penata rambut menyatakan, "Anak-anak muda datang dengan tanda-tanda kebotakan yang tidak dapat ditutup dengan clip-in ekstensi".

"Jumlah wig yang kami jual sekarang adalah karena orang ingin benar-benar memiliki rambut sangat panjang namun tidak bisa lagi karena lem di rambut mereka sudah benar-benar merusak rambut mereka," jelasnya.

"Aku akan mengatakan paling tidak dua atau tiga (orang) seminggu akan datang dengan mengatakan, 'Lihat apa yang bisa saya lakukan dengan rambut saya? Ini benar-benar rusak'."

Spesialis rambut mendesak untuk melarang ekstensi rambut dengan menggunakan lem. Perpanjangan rambut mengambil 20-50 helai rambut dan menggunakan sebagian kecil dari rambut alami dengan menempelkan itu.

Masalah dengan ekstensi rambut adalah bahwa ikatan terpasang dengan lem dekat dengan kulit kepala sehingga strain folikel memaksa mereka membengkak, menjadi meradang dan rapuh, yang menyebabkan rambut rontok - kondisi ini dikenal sebagai traction alopecia.

Ironisnya, risiko traction alopecia lebih tinggi pada wanita yang tidak memiliki rambut banyak alias tipis dan memulai dengan ekstensi sehingga menjadi tebal. Menurut para ahli, traction alopecia tidak dapat diubah dan tidak merespon pengobatan medis.

Kerontokan rambut di awalnya mungkin tidak begitu terlihat karena ekstensi menyamarkannya. Secara bertahap, ketebalan rambut berkurang dengan jelas, tapi pada saat itu kerusakan folikel rambut mungkin menjadi permanen.

Dan yang membuat semakin parah, semakin banyak salon yang menawarkan ekstensi rambut dengan harga murah oleh penata rambut yang tidak memenuhi syarat untuk melakukan dengan benar.

Faye Heukin, 23, dari Scarborough, menanggung beban mendapatkan ekstensi dengan tarif yang murah. Dia senang dengan ekstensi rambutnya hingga beberapa minggu kemudian ia kehilangan separuh rambutnya.

"Ini masih belum tumbuh kembali. Aku memakai ekstensi rambut, rambut palsu dan lain-lain. Aku hanya menemukan nomor penata rambut di koran. Saya mendatanginya dan meminta mereka melakukan, mereka hanya 150 Poundsterling atau Rp 2 juta.

"Dalam beberapa minggu mereka mulai benar-benar kusut dan rontok, maka aku kembali padanya," keluhnya.

"Saya merasa paranoid ketika tidak punya wig. Saya pasti memiliki keyakinan yang rendah sekarang," ujarny.(TMG/MEL)
Suka artikel ini?

0 Comments