Jagoan Palang Pintu, Adu Pantun Berujung Silat

on

Liputan6.com, Jakarta: Tabuhan rebana mengalun berirama seolah memberitahu semua orang, akan ada hajatan besar. Iring-iringan pembawa seserahan pun tampak ceria sembari menenteng roti buaya, buah-buahan, serta berbagai benda permintaan calon mempelai wanita. Di depan, seorang pria dengan busana adat Betawi berjalan didampingi jawara kampung.

Rombongan tersebut hendak ke kampung seberang, melamar anak gadis orang.

Sayangnya, begitu tiba di rumah calon besan, bukan sambutan manis yang didapat melainkan pantun. "Kembang berduri banyak racunnye, abang kemari apa tujuannye?" celetuk si jagoan palang pintu. Duh!

Berbalas pantun pun dimulai, hanya untuk menyampaikan maksud kedatangan pihak laki-laki, melamar. "Dari Pejaten ke Tebet Dalem, pulangnye lu beliin kain. Ini penganten yang udah ngebet siang dan malem, pengen buru-buru, cepet dinikahin," sahut jawara kampung seberang.

Ujung-ujungnya, tuan rumah meminta beberapa syarat sebelum menerima masuk calon mempelai pria ke rumah. Syarat yang dimaksud di antaranya mengalahkan jagoan palang pintu. Di sini pertunjukan menjadi agak ngeri. Jawara kampung seberang mesti adu silat khas Betawi dengan jagoan palang pintu, tentu saja tetap dengan berpantun ria. Hingga akhirnya, pertarungan menggunakan sebilah golok terjadi.

Singkat cerita, pihak palang pintu harus kalah. Bila tidak, maka pernikahan tidak akan berlangsung.

Tradisi buka palang pintu merupakan salah satu budaya Betawi yang tetap terjaga hingga saat ini. Malah, sebagai bentuk pelestariannya, komunitas Betawi se-Jakarta menggelar acara rutin tahunan, yaitu Festival Palang Pintu. Di mana berbagai sanggar bisa ambil bagian untuk menunjukkan keahlian mereka berpantun dan bersilat.

Pada Festival Palang Pintu 2010, Sabtu (10/7), 15 peserta dari sanggar seluruh Jakarta ikut serta. Beberapa sanggar yang tampak mengundang perhatian, yaitu Sirih Dare, Mangga Kelapa, dan Jalur Rendra. Satu grup yang beranggotakan 12-15 orang kemudian dinilai berdasarkan kekompakan, ketepatan pantun dan silat, serta keserasian busana.

Akhirnya:

Ayam jago dikejar Atun,
Ketakutan, masuk ke lubang batu

Kalo mau jago belajar pantun,
Mari nonton pertunjukan palang pintu


(OMI/ANS)
Suka artikel ini?

0 Comments