Berita Terpopuler
Pria Norwegia, Suami Idaman di Eropa
05/03/2010 23:28 | Penelitian
Liputan6.com, London: Anda wanita yang masih lajang? Dan merindukan calon suami yang bisa berbagi tugas rumah tangga? Maka menikahlah dengan pria asal Norwegia. Ini saran berdasarkan sebuah penelitian dari Universitas Oxford, Inggris.
Sebut saja Leif Haanes, seorang guru sekolah dasar di Kota Oslo, Swedia. Merawat putra kecilnya dan berbelanja keperluan sehari-hari adalah tugas rutin Haanes. Setiap sore usai bekerja, ia tak segan-segan mengerjakannya. Bukan hanya lantaran sang istri, Merete, tengah hamil lima bulan, melainkan karena sudah menjadi konsekuensi saat berumah-tangga.
Atau contoh lain berikut. Lasse Bye, seorang manajer perbankan yang memiliki waktu kerja yang tak menentu. Terkadang ia bisa pulang ke rumah pada petang hari. Maka, Lasse pun punya banyak waktu untuk membantu sang istri mengerjakan berbagai pekerjaan rumah tangga. Dari membersihkan rumah, mencuci, hingga menyiapkan makan malam. Sewaktu sang istri pulang, semuanya sudah beres. Anak sudah tidur, rumah rapi, dan makanan tersedia.
Lasse dan Haanes menggambarkan para pria Norwegia masa kini yang sangat berpegang pada kesetaraan gender. Terutama, jika istri bekerja, maka suami juga wajib membantu dalam urusan "domestik".
Sebuah studi di 12 negara maju dari seorang ekonom Universitas Oxford memang membuktikan pria Norwegia-lah yang paling bersedia membantu pekerjaan rumah tangga. Di salah satu negeri Skandinavia itu, tak hanya wanita yang mendapatkan cuti melahirkan. Pria atau sang ayah pun bisa mendapatkan cuti untuk mengurus bayi hingga enam pekan. Terutama, setelah sang istri sudah kembali bekerja. Wah!(TES/ANS)
Sebut saja Leif Haanes, seorang guru sekolah dasar di Kota Oslo, Swedia. Merawat putra kecilnya dan berbelanja keperluan sehari-hari adalah tugas rutin Haanes. Setiap sore usai bekerja, ia tak segan-segan mengerjakannya. Bukan hanya lantaran sang istri, Merete, tengah hamil lima bulan, melainkan karena sudah menjadi konsekuensi saat berumah-tangga.
Atau contoh lain berikut. Lasse Bye, seorang manajer perbankan yang memiliki waktu kerja yang tak menentu. Terkadang ia bisa pulang ke rumah pada petang hari. Maka, Lasse pun punya banyak waktu untuk membantu sang istri mengerjakan berbagai pekerjaan rumah tangga. Dari membersihkan rumah, mencuci, hingga menyiapkan makan malam. Sewaktu sang istri pulang, semuanya sudah beres. Anak sudah tidur, rumah rapi, dan makanan tersedia.
Lasse dan Haanes menggambarkan para pria Norwegia masa kini yang sangat berpegang pada kesetaraan gender. Terutama, jika istri bekerja, maka suami juga wajib membantu dalam urusan "domestik".
Sebuah studi di 12 negara maju dari seorang ekonom Universitas Oxford memang membuktikan pria Norwegia-lah yang paling bersedia membantu pekerjaan rumah tangga. Di salah satu negeri Skandinavia itu, tak hanya wanita yang mendapatkan cuti melahirkan. Pria atau sang ayah pun bisa mendapatkan cuti untuk mengurus bayi hingga enam pekan. Terutama, setelah sang istri sudah kembali bekerja. Wah!(TES/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...