Festival Gong Tugu Muda Siap Meriahkan Semarang

Anri Syaiful
Festival Gong Tugu Muda Siap Meriahkan Semarang
23/12/2009 23:43

Liputan6.com, Semarang: Festival Gong Tugu Muda yang dijadwalkan berlangsung pada 29-31 Desember mendatang di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, Jawa Tengah, menjadi puncak kegiatan kesenian di Semarang sepanjang tahun ini. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang Agung Priyo Oetomo di Semarang, Rabu (23/12), mengatakan Festival Gong Tugu Muda akan menampilkan semua kegiatan yang pernah digelar di Kota Semarang selama satu tahun dari ketoprak sampai musik indie. Agung pun berharap, tahun 2010 bisa menjadi tahun bangunnya kembali kesenian di Kota Semarang.

Adapun Ketua Panitia Festival Gong Tugu Muda 2009 yang juga Sekretaris Disbudpar Kota Semarang, Suyoto Sudirjo, menjelaskan sejumlah kesenian yang disajikan dalam Festival Gong Tugu Muda di antaranya, musik indie, pemutaran film indie, tari reog, wayang bocah, campursari, Tari Semarangan, seminar ketoprak, barongsai, pementasan ketoprak "Mahesa Jenar", lawak, musik perkusi, pembacaan puisi, teater, hingga lomba membuat manggar serta pameran seni kriya dan pameran seni rupa.

Suyoto menegaskan bahwa selama tiga hari hingga detik-detik Tahun Baru 2010, warga Kota Semarang akan disuguhi berbagai macam kesenian tersebut. Suyoto mengatakan, acara tersebar di enam titik yakni di Gedung Ki Narto Sabdo, Gedung Serba Guna, panggung depan, pendopo, panggung bebas, dan halaman parkir dalam. Hari terakhir pada 31 Desember, ujar Suyoto, akan ada lomba membuat manggar, barongan, kuda lumping, warak, tari Ramayana, Tari Nelayan Tanjung Mas, Tari Semarang Edi Peni, dan puncaknya adalah wayang kampung serta pesta kembang api tepat tengah malam.

Ketua Dewan Kesenian Semarang Marko Marnadi yang juga penasihat Festival Gong Tugu Muda dalam kesempatan sama menambahkan, festival tersebut merupakan pentas bintangnya Semarang. "Ada sekitar 400 musik indie dan nanti yang akan dipentaskan dalam Festival Gong Tugu Muda adalah yang terbaik," katanya. Marko menegaskan bahwa konsep Festival Gong Tugu Muda adalah menggunakan konsep pasar malam yakni masyarakat tinggal memilih menyaksikan kesenian sesuai selera. "Jadi masyarakat nanti di TBRS tinggal memilih sesuai selera apakah memilih musik, teater, wayang, atau ketoprak. Semua serba ada," demikian Marko, seperti dikutip ANTARA.(ANS)


adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code