Berita Terpopuler
Kompetisi "BoardGame" Nonstop 33 Jam
Naomi Siregar
13/12/2009 23:33
Liputan6.com, Jakarta: Pecinta permainan tradisional pasti tak akan ketinggalan konvensi boardgame pertama di Indonesia. Sejak dua hari terakhir, 12-13 Desember, konvensi Congklak Game Con. berlangsung di Mal STC, Senayan, Jakarta. Peserta yang ambil bagian dalam kegiatan itu berasal dari berbagai kalangan.
Boardgame yang dipertandingkan di Konvensi Congklak Game Con. sangat beragam. Di antaranya monopoli, ular tangga, halma, colour card, catur, otelo, strike, atau game strategi perang. Peserta dan pengunjung diizinkan membawa papan dan kartu sendiri.
Konvensi tersebut diadakan selama 33 jam nonstop, dimulai pada Sabtu pukul 10.00 WIB, dan berakhir Ahad pukul 19.00 WIB. Peserta yang berpartisipasi sekitar 40 orang, terdiri dari 4-5 orang per tim. Ini belum termasuk pengunjung yang bermain secara free. Tiga tema yang diusung dalam boardgame, yaitu level maraton, estafet, dan feast.
Menurut salah satu anggota penyelenggara, Mario Januar, Konvensi Congklak Game Con. digelar untuk mempopulerkan permainan papan dan kartu kepada masyarakat luas. "Kalau di Indonesia, permainan ini dikenal lewat monopoli dan catur," ujar Mario di sela-sela konvensi, Ahad (13/12). Nama congklak dijadikan tema karena lebih akrab di telinga masyarakat.
Ia menambahkan, boardgame sendiri bukan permainan mahal. "Ini mainan orisinil. Harganya sekitar Rp 500 ribuan. Kalau dirawat dengan baik, bisa diwariskan ke anak-cucu. Beda dengan game di Indonesia yang (kebanyakan) bajakan," lanjutnya.
Daripada menghabiskan waktu bermain game individual, lebih baik mencoba boardgame bersama keluarga dan teman.(OMI)
Boardgame yang dipertandingkan di Konvensi Congklak Game Con. sangat beragam. Di antaranya monopoli, ular tangga, halma, colour card, catur, otelo, strike, atau game strategi perang. Peserta dan pengunjung diizinkan membawa papan dan kartu sendiri.
Konvensi tersebut diadakan selama 33 jam nonstop, dimulai pada Sabtu pukul 10.00 WIB, dan berakhir Ahad pukul 19.00 WIB. Peserta yang berpartisipasi sekitar 40 orang, terdiri dari 4-5 orang per tim. Ini belum termasuk pengunjung yang bermain secara free. Tiga tema yang diusung dalam boardgame, yaitu level maraton, estafet, dan feast.
Menurut salah satu anggota penyelenggara, Mario Januar, Konvensi Congklak Game Con. digelar untuk mempopulerkan permainan papan dan kartu kepada masyarakat luas. "Kalau di Indonesia, permainan ini dikenal lewat monopoli dan catur," ujar Mario di sela-sela konvensi, Ahad (13/12). Nama congklak dijadikan tema karena lebih akrab di telinga masyarakat.
Ia menambahkan, boardgame sendiri bukan permainan mahal. "Ini mainan orisinil. Harganya sekitar Rp 500 ribuan. Kalau dirawat dengan baik, bisa diwariskan ke anak-cucu. Beda dengan game di Indonesia yang (kebanyakan) bajakan," lanjutnya.
Daripada menghabiskan waktu bermain game individual, lebih baik mencoba boardgame bersama keluarga dan teman.(OMI)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
