Berita Terpopuler
Dodol Susu, Cemilan Khas Pangalengan
Wendy Surya dan Nurdin
Dodol dan karamel susu buatan warga Pangalengan, Bandung.
28/11/2009 06:32 | Kuliner
Liputan6.com, Bandung: Susu adalah salah satu sumber penghasilan terbesar warga Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Untuk itu, selain diminum, susu juga banyak dijadikan makanan cemilan, seperti dodol dan karamel.
Bagi para pelancong yang datang atau kebetulan lewat di daerah Pangalengan, jangan melewatkan untuk membeli buah tangan dodol atau karamel susu. Selain rasanya yang manis dan legit, dodol dan karamel susu juga tahan lama. Namun, proses pembuatan dodol dan karamel susu tidaklah mudah. Setidaknya butuh waktu empat jam.
Bahan utamanya adalah susu yang ditambah gula aren serta tepung ketan. Setelah melalui proses mengolah dan memasak yang cukup lama, dodol dan karamel susu yang sudah matang dimasukan ke dalam cetakan. Dodol dan karamel susu kemudian didinginkan hingga mengeras. Setelah itu, barulah proses pengepakan dilakukan, tentunya setelah dipotong potong terlebih dulu. Potongan-potongan kecil dodol dan karamel susu yang berbentuk dadu dikemas seperti permen sebelum dimasukan ke bungkus dalam plastik.
Menurut Ipah Datipah, pengusaha dodol dan karamel susu, keahlian membuat panganan ini diperoleh secara turun temurun. Dodol dan karamel susu telah diproduksi sejak 1970-an. Dalam sehari, produksi dodol serta karamel susu bisa mencapai 30 wajan dan sebagian besar dipasarkan ke berbagai daerah di Jabar. Penasaran dengan rasanya? Selengkapnya simak video berita ini.(BOG)
Bagi para pelancong yang datang atau kebetulan lewat di daerah Pangalengan, jangan melewatkan untuk membeli buah tangan dodol atau karamel susu. Selain rasanya yang manis dan legit, dodol dan karamel susu juga tahan lama. Namun, proses pembuatan dodol dan karamel susu tidaklah mudah. Setidaknya butuh waktu empat jam.
Bahan utamanya adalah susu yang ditambah gula aren serta tepung ketan. Setelah melalui proses mengolah dan memasak yang cukup lama, dodol dan karamel susu yang sudah matang dimasukan ke dalam cetakan. Dodol dan karamel susu kemudian didinginkan hingga mengeras. Setelah itu, barulah proses pengepakan dilakukan, tentunya setelah dipotong potong terlebih dulu. Potongan-potongan kecil dodol dan karamel susu yang berbentuk dadu dikemas seperti permen sebelum dimasukan ke bungkus dalam plastik.
Menurut Ipah Datipah, pengusaha dodol dan karamel susu, keahlian membuat panganan ini diperoleh secara turun temurun. Dodol dan karamel susu telah diproduksi sejak 1970-an. Dalam sehari, produksi dodol serta karamel susu bisa mencapai 30 wajan dan sebagian besar dipasarkan ke berbagai daerah di Jabar. Penasaran dengan rasanya? Selengkapnya simak video berita ini.(BOG)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...