Berita Terpopuler
Obama: Batasi Informasi Pribadi di Facebook
Irni Diniati
Presiden Amerika Serikat Barack Obama
09/09/2009 09:36
Liputan6.com, Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama memperingatkan remaja AS mengenai bahaya mempublikasikan terlalu banyak informasi pribadi di situs-situs jejaring sosial internet, Selasa (8/9) waktu setempat. Menurut Obama, seperti diwartakan Reuters, hal itu bisa menghantui mereka di kemudian hari.
Wejangan Obama ini mengikuti kajian terbaru yang menyarankan perusahaan-perusahaan AS untuk lebih sering mengunjungi situs-situs seperti Facebook dan MySpace guna memeriksa latar belakang pelamar kerja. Untuk itulah Obama mengajak para generasi muda agar lebih membatasi informasi pribadi yang dapat mempengaruhi keputusan perusahaan-perusahaan tersebut saat akan mempekerjakan seseorang. "Dan ketika Anda masih muda, Anda melakukan kesalahan dan hal-hal bodoh," ujar Obama.
"Saya telah mendengar banyak mengenai anak-anak muda yang suka mempublikasikan hal-hal pribadinya di Facebook, dan kemudian tiba-tiba mereka pergi melamar pekerjaan dan seseorang telah melakukan pemgamatan."
Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh situs untuk para pencari kerja Careerbuilder.com pada Juni menunjukkan bahwa 45 persen perusahaan-perusahaan menggunakan situs jejaring sosial guna mencari kandidat pegawai. Facebook yang telah memiliki 250 juta pengguna di seluruh dunia merupakan situs pilihan mereka.
Sebanyak 35 persen dari perusahaan yang disurvei mengatakan telah menemukan beberapa informasi yang mempengaruhi mereka untuk menolak calon pekerja. Contohnya adalah foto-foto yang tidak pantas, kebiasaan minum alkohol atau memakai narkoba, hingga kata-kata kasar yang diutarakan pada perusahaan, rekan kerja, atau klien sebelumnya.
Gedung Putih di bawah pimpinan Obama saat ini cukup sering menggunakan Facebook, Twitter, dan situs jejaring sosial lainnya. Tujuannya adalah untuk menghindari media dan berkomunikasi langsung dengan rakyatnya.(AND)
Wejangan Obama ini mengikuti kajian terbaru yang menyarankan perusahaan-perusahaan AS untuk lebih sering mengunjungi situs-situs seperti Facebook dan MySpace guna memeriksa latar belakang pelamar kerja. Untuk itulah Obama mengajak para generasi muda agar lebih membatasi informasi pribadi yang dapat mempengaruhi keputusan perusahaan-perusahaan tersebut saat akan mempekerjakan seseorang. "Dan ketika Anda masih muda, Anda melakukan kesalahan dan hal-hal bodoh," ujar Obama.
"Saya telah mendengar banyak mengenai anak-anak muda yang suka mempublikasikan hal-hal pribadinya di Facebook, dan kemudian tiba-tiba mereka pergi melamar pekerjaan dan seseorang telah melakukan pemgamatan."
Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh situs untuk para pencari kerja Careerbuilder.com pada Juni menunjukkan bahwa 45 persen perusahaan-perusahaan menggunakan situs jejaring sosial guna mencari kandidat pegawai. Facebook yang telah memiliki 250 juta pengguna di seluruh dunia merupakan situs pilihan mereka.
Sebanyak 35 persen dari perusahaan yang disurvei mengatakan telah menemukan beberapa informasi yang mempengaruhi mereka untuk menolak calon pekerja. Contohnya adalah foto-foto yang tidak pantas, kebiasaan minum alkohol atau memakai narkoba, hingga kata-kata kasar yang diutarakan pada perusahaan, rekan kerja, atau klien sebelumnya.
Gedung Putih di bawah pimpinan Obama saat ini cukup sering menggunakan Facebook, Twitter, dan situs jejaring sosial lainnya. Tujuannya adalah untuk menghindari media dan berkomunikasi langsung dengan rakyatnya.(AND)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
